Mungkin ini aneh, saya sering bahkan setiap hari selalu melihat orang-orang di sekitar bercermin, sebenarnya apa yang mereka lihat ? perasaan setiap jam, setiap menit bahkan setiap detik bercermiiiiin terus ,, "perasaan ni orang dah rapih, dah cantik, dah ganteng .. hualllaaaaah jadi apa yang mereka lihat ?" Jujur walaupun di kamar ada cermin, saya sendiri seorang yang jarang (bukan berarti tidak pernah ya) bercermin bahkan saat merapihkan diripun saya bisa melakukannya tanpa cermin, saat seorang teman menyodorkan cermin pun saya tidak tertarik untuk bercermin.. alasannya? hmmmm kasih tau ga yaaaaaaaaaa.....? :D
Daaaaaaaaaaaaaaaan yang ku temukan saat ini adalah 5 Teori tentang frekuensi bercermin seseorang,,
Daaaaaaaaaaaaaaaan yang ku temukan saat ini adalah 5 Teori tentang frekuensi bercermin seseorang,,
Teori 1 Ronal Akbar Chaniago
- Sering Bercermin
Karena ketika bercermin, ia bisa melihat pemandangan indah di dalamnya. Hatinya pun menjadi tentram dan damai.
- Jarang Bercermin
Karena ketika ia bercermin, ia hanya akan melihat sesuatu yang menakutkan/mengerikan/... yaa sejenisnya lah. Makanya ia takut melihat ke cermin.
Teori 2 Yudi Ardima Nasution
- Sering Bercermin
Karena ia belum yakin atau memang wajahnya yang masih belum indah. Sehingga ia bercermin untuk berdandan atau memperbaiki kerusakan pada wajahnya.
- Jarang Bercermin
Karena ia sudah yakin dan percaya bahwa wajahnya sudah ganteng atau cantik atau sejenisnya. Sehingga ia pun akan selalu percaya diri walaupun tidak bercermin.
Teori 3 Mirolas Wang Cheng
- Sering Bercermin
Karena ia kurang kerjaan
- Jarang Bercermin
Karena ia selalu sibuk
Teori 4 Ivanovsky Rachmaninov
- Sering Bercermin
Karena ia ingin melihat cerminnya yang bersih, cantik, baru, mahal, keren banget, mewah, dkk.
- Jarang Bercermin
Karena ia tidak ingin melihat cerminnya yang retak-retak, kotor, usang, lapuk, murahan, dkk.
Teori 5 Dani McCave
- Sering Bercermin
Karena ia belum pernah melihat cermin, jadinya ia tertarik dan tidak bosan-bosannya ketika bisa melihat cermin.
- Jarang Bercermin
Karena ia sudah sering melihat cermin, jadinya ia bosan dan tidak ingin lagi melihat cermin.
Buuuuuuuuut adapun akibat dari sering bercermin, menurut penelitian menunjukkan relawan yang melihat dirinya di cermin selama 10 menit pada suatu waktu secara bertahap bisa membuatnya lebih cemas dan tertekan tentang penampilannya, meskipun awalnya ia merasa senang ketika bercermin.
Para ilmuwan mengakui bahwa bercermin yang berkepanjangan bisa merugikan seseorang pada kondisi tertentu karena bisa menyebabkan gangguan dismorfik tubuh (Body Dysmorphic Disorder/BDD) yang mana seseorang secara permanen merasa khawatir tentang penampilan atau bentuk tubuhnya.
"Menatap cermin bisa memicu peningkatan stres yang biasa terjadi pada pasien BDD. Tapi menariknya, peserta yang sehat bisa mengalami respons yang mirip dengan pasien BDD," ujar peneliti yang dilaporkan dalam jurnal Behaviour Research and Therapy, seperti dikutip dari Dailymail, Kamis (9/2/2012).
Hasilnya penderita BDD menjadi semakin tertekan dengan penampilannya meski hanya melirik 25 detik. Tapi orang yang sehat pun menunjukkan tanda-tanda kecemasan saat terlalu lama menatap cermin.
Dikutip dari : Arief's blog & detikHealth
- Sering Bercermin
Karena ketika bercermin, ia bisa melihat pemandangan indah di dalamnya. Hatinya pun menjadi tentram dan damai.
- Jarang Bercermin
Karena ketika ia bercermin, ia hanya akan melihat sesuatu yang menakutkan/mengerikan/... yaa sejenisnya lah. Makanya ia takut melihat ke cermin.
Teori 2 Yudi Ardima Nasution
- Sering Bercermin
Karena ia belum yakin atau memang wajahnya yang masih belum indah. Sehingga ia bercermin untuk berdandan atau memperbaiki kerusakan pada wajahnya.
- Jarang Bercermin
Karena ia sudah yakin dan percaya bahwa wajahnya sudah ganteng atau cantik atau sejenisnya. Sehingga ia pun akan selalu percaya diri walaupun tidak bercermin.
Teori 3 Mirolas Wang Cheng
- Sering Bercermin
Karena ia kurang kerjaan
- Jarang Bercermin
Karena ia selalu sibuk
Teori 4 Ivanovsky Rachmaninov
- Sering Bercermin
Karena ia ingin melihat cerminnya yang bersih, cantik, baru, mahal, keren banget, mewah, dkk.
- Jarang Bercermin
Karena ia tidak ingin melihat cerminnya yang retak-retak, kotor, usang, lapuk, murahan, dkk.
Teori 5 Dani McCave
- Sering Bercermin
Karena ia belum pernah melihat cermin, jadinya ia tertarik dan tidak bosan-bosannya ketika bisa melihat cermin.
- Jarang Bercermin
Karena ia sudah sering melihat cermin, jadinya ia bosan dan tidak ingin lagi melihat cermin.
Buuuuuuuuut adapun akibat dari sering bercermin, menurut penelitian menunjukkan relawan yang melihat dirinya di cermin selama 10 menit pada suatu waktu secara bertahap bisa membuatnya lebih cemas dan tertekan tentang penampilannya, meskipun awalnya ia merasa senang ketika bercermin.
Para ilmuwan mengakui bahwa bercermin yang berkepanjangan bisa merugikan seseorang pada kondisi tertentu karena bisa menyebabkan gangguan dismorfik tubuh (Body Dysmorphic Disorder/BDD) yang mana seseorang secara permanen merasa khawatir tentang penampilan atau bentuk tubuhnya.
"Menatap cermin bisa memicu peningkatan stres yang biasa terjadi pada pasien BDD. Tapi menariknya, peserta yang sehat bisa mengalami respons yang mirip dengan pasien BDD," ujar peneliti yang dilaporkan dalam jurnal Behaviour Research and Therapy, seperti dikutip dari Dailymail, Kamis (9/2/2012).
Hasilnya penderita BDD menjadi semakin tertekan dengan penampilannya meski hanya melirik 25 detik. Tapi orang yang sehat pun menunjukkan tanda-tanda kecemasan saat terlalu lama menatap cermin.
Dikutip dari : Arief's blog & detikHealth

0 komentar:
Posting Komentar