Jumat, 10 Mei 2013

Saat Lupa Sesuatu, Kepal Tangan Anda!

Hai blogger ,, hari ini adalah HarPitNas (Hari Kejepit Nasional), apa yang Anda lakukan? bekerja? kuliah? shopping? berwisata? atau di rumah saja? ,, But! sekarang ini yang akan kita bahas bukan mengenai HarPitNas yaa melainkan mengenai "Lupa".

Ya Lupa! Lupa merupakan salah satu ciri berkurangnya kemampuan otak mengolah memori. Lupa tidak mengenal usia, status, jabatan, waktu dll, intinya Lupa bisa dialami oleh siapa saja dan kapan saja! Mungkin saat ini Anda lupa menyimpan uang, jam tangan, handphone, kacamata, kunci atau apapun itu.


Hampir sebagian pasien yang datang ke dokter dalam keadaan demikian terdeteksi stres, tapi mereka tidak sadar. Stres yang berlebihan terbukti bisa merusak kemampuan mengingat otak.
Adapun tips  "Saat Lupa Sesuatu, Kepal Tangan Anda!" Menurut sebuah penelitian, mengepalkan tangan kanan selama sekitar 90 detik terbukti dapat membantu meningkatkan kemampuan mengingat suatu, sedangkan mengepalkan tangan kiri membantu mengingat kembali peristiwa yang lalu.

Manfaat mengepalkan tangan terungkap dalam penelitian yang dilakukan para ahli dari Montclair State University dipimpin Ruth Propper. Hasil penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal PLOS ONE.

"Penemuan ini menunjukkan pergerakan tubuh yang sederhana dengan jangka waktu tertentu mengubah cara otak bekerja, termsauk dalam mengingat. Penelitian selanjutnya adalah apakah pengepalan tangan berpengaruh pada kemampuan kognitif, misalnya verbal atau spasial," kata Propper.

Kamis, 02 Mei 2013

Mengapa mereka sering bercermin? Dan apa akibatnya?

Mungkin ini aneh, saya sering bahkan setiap hari selalu melihat orang-orang di sekitar bercermin, sebenarnya apa yang mereka lihat ? perasaan setiap jam, setiap menit bahkan setiap detik bercermiiiiin terus ,, "perasaan ni orang dah rapih, dah cantik, dah ganteng .. hualllaaaaah jadi apa yang mereka lihat ?" Jujur walaupun di kamar ada cermin, saya sendiri seorang yang jarang (bukan berarti tidak pernah ya) bercermin bahkan saat merapihkan diripun saya bisa melakukannya tanpa cermin, saat seorang teman menyodorkan cermin pun saya tidak tertarik untuk bercermin.. alasannya? hmmmm kasih tau ga yaaaaaaaaaa.....? :D
Daaaaaaaaaaaaaaaan yang ku temukan saat ini adalah 5 Teori tentang frekuensi bercermin seseorang,,

Teori 1 Ronal Akbar Chaniago

- Sering Bercermin
Karena ketika bercermin, ia bisa melihat pemandangan indah di dalamnya. Hatinya pun menjadi tentram dan damai.

- Jarang Bercermin
Karena ketika ia bercermin, ia hanya akan melihat sesuatu yang menakutkan/mengerikan/... yaa sejenisnya lah. Makanya ia takut melihat ke cermin.


Teori 2 Yudi Ardima Nasution

- Sering Bercermin
Karena ia belum yakin atau memang wajahnya yang masih belum indah. Sehingga ia bercermin untuk berdandan atau memperbaiki kerusakan pada wajahnya.

- Jarang Bercermin
Karena ia sudah yakin dan percaya bahwa wajahnya sudah ganteng atau cantik atau sejenisnya. Sehingga ia pun akan selalu percaya diri walaupun tidak bercermin.